Dirjen PAUDNI: Usia Saya 35 Tahun

warta October 28, 2012 Comments Off dibaca 593 kali
Dirjen PAUDNI: Usia Saya 35 Tahun

Ilustrasi : Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog (Jilbab Kuning) berfoto bersama dengan jajaran pejabat daerah dan TNI di Kabupaten Bima (21/10/2012)

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psikolog mengaku masih merasa muda. Oleh karena itu, wanita pemilik 4 cucu tersebut, tidak pernah lelah turun ke lapangan, mengunjungi berbagai daerah pelosok di Indonesia.

“Saya men set otak, bahwa usia saya 35 tahun. Jadi saya selalu bersemangat dan tidak pernah merasa capek,” ucapnya saat diwawancarai oleh sejumlah media, akhir pekan lalu. Akhir-akhir ini jadwal Dirjen PAUDNI memang sangat padat. Usai mengunjungi Atambua, wilayah perbatasan RI-Timor Leste pada pertengahan Oktober, ibu dari 6 orang anak tersebut melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, lantas Bima, Halmahera Selatan, dan pada 27 Oktober 2012 terbang ke Solo.

Di setiap kunjungan kerjanya tersebut, Reni menengok beberapa lembaga PAUD, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan lembaga kursus. Pehobi melukis, bermain piano dan berkuda tersebut mengaku, karena getol terjun ke lapangan, banyak hal yang ia pelajari. Semuanya ia olah sebagai bahan untuk menelurkan kebijakan di bidang PAUDNI. “Setelah mengunjungi berbagai daerah, saya melihat bahwa APBN dan APBD tidak inline,” katanya.

Salah satu gagasan yang akan ia terapkan tahun mendatang adalah bantuan yang selama ini disebar ke berbagai provinsi akan ditata ulang. Ia ingin agar dana dekonsentrasi yang diberikan kepada provinsi harus sesuai kebutuhan, potensi daerah, serta keberpihakan pemda terhadap program PAUDNI. “Saya akan telisik pemda mana saja yang serius mengalokasikan dana untuk program PAUDNI,” katanya.

PKBM Perlu Rebranding

Selain menata ulang postur bantuan, Dirjen PAUDNI mengakui dari pengamatannya terhadap PKBM di berbagai daerah, wajah lembaga tersebut butuh dibenahi. “PKBM perlu di rebranding. Banyak orang yang belum tahu apa itu PKBM,” katanya bersemangat.

Dalam kajian pemasaran, rebranding merupakan upaya yang dilakukan perusahaan atau lembaga untuk mengubah total atau memperbarui sebuah brand. Kerap kali hal tersebut diikuti perubahan logo atau lambang sebuah merek. “Forum Komunikasi PKBM harus memiliki logo yang kuat dan mudah dikenal masyarakat. Saya juga akan bantu menyosialisasikannya,” ucapnya. (Yohan Rubiyantoro/HK)