Berdayakan Rumah Ibadah Untuk Kegiatan PAUD

warta December 7, 2012 Comments Off dibaca 548 kali
Berdayakan Rumah Ibadah Untuk Kegiatan PAUD

Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saat memberikan arahan kepada peserta Workshop Pengembangan Kerangka Pembelajaran PAUD di Hotel Lor Inn Solo. (5/12/2012)

SOLO. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mengajak seluruh masyarakat agar memberdayakan rumah ibadah untuk kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membantu pembinaannya.

Hal tersebut disampaikan Dirjen pada persamuhan Pengembangan Kerangka Pembelajaran PAUD yang digelar di Solo, Jawa Tengah (5/12). “Pemberdayaan masyarakat menjadi mutlak dalam pengembangan PAUD, jangan mengandalkan APBN semata,” ucapnya mengingatkan.

Reni Akbar Hawadi, sapaan Dirjen PAUDNI kembali menegaskan bahwa PAUD merupakan salah satu program prioritas Kemdikbud. Target Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang dicanangkan sampai tahun 2015 cukup menantang, 75 persen. Saat ini angkanya masih bertengger di kisaran 34,5 persen. “Dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan PAUD diperkirakan lebih dari Rp 7 triliun, namun alokasi APBN 2013 untuk Ditjen PAUDNI Rp 2,4 triliun,” ucapnya.

Belum terpenuhinya kebutuhan anggaran tersebut karena kondisi keuangan negara yang terbatas. Namun bukan berarti seluruh pemangku kepentingan di bidang PAUDNI harus patah arang. Hal tersebut justru harus menjadi pemacu untuk merangkul lebih banyak pihak. “Pekan depan saya akan menyosialisasikan program PAUD di hadapan 50 perusahaan besar. Saya juga akan minta pemerintah daerah agar lebih peduli,” ucap Reni optimis.

Sebelumnya Kemdikbud menggandeng dua organisasi keagamaan untuk menggenjot layanan PAUD. Organisasi tersebut adalah Majelis Pendidikan Kristen dan Dewan Masjid Indonesia. Pekan depan, Ditjen PAUDNI akan mengumpulkan pengurus kedua organisasi tersebut untuk menindaklanjuti kesepahaman yang sudah ditandatangani. (Yohan Rubiyantoro/HK)